Bahasa Indonesia – Resume Pert 9 – 14


STIKOM Surabaya

Pertemuan 9
Pengembangan Alinea

Berkaitan dengan :
►Posisi kalimat topik
►Fungsi alinea
►Sifat informasi yang akan disampaikan (persuatif, argumentatif, naratif, deskriptif,
atau ekspositoris)

Pengembangan Alinea
►Metode Definisi
►Metode Proses
►Metode Contoh
►Metode Sebab Sebab-akibat/ akibat akibat-sebab
►Metode Umum Umum-khusus/ khusus khusus-umum
►Metode Klasifikasi
►Metode Perbandingan

Metode Definisi
Apa dan siapakah pahlawan itu? Pahlawanadalah orang yang berpahala. Mereka yang berbuat baik, melaksanakan kewajiban dengan baik, berjuang tanpa pamrih adalah pahlawan.
Pahlawan tidak menuntut balas jasa tidak ingin jasa, dihargai, tidak meminta pengakuan dari orang lain. Mereka berbuat berdasarkan idealisme, cita cita-cita luhur, berjuang untuk kepentingan umum, membela nusa, bangsa dan negara. Pahlawan sejati adalah pahlawan yang tidak ingin disanjung dan dijunjung.

Metode Proses
Cara pertama untuk membuat semen melalui proses basah yaitu dimulai dengan mencampur semua bahan baku dengan air. Setelah itu dihancurkan Kemudian bahan itu, dihancurkan. yang sudah dihancurkan tadi dibakar menggunakan bahan bakar minyak. Karena membutuhkan banyak BBM, proses ini sudah jarang dilakukan oleh produsen semen

Metode Contoh
Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Hal ini dapat dilihat dari m munculnya berbagai jenis kegiatan yang
unculnya berbasis pada teknologi, seperti e e-government, e e-commerce, e e-education, e e-medicine, dan lainnya,yang kesemuanya itu berbasiskan teknologi teknologi.

Metode Sebab Sebab-akibat/Akibat Akibat-sebab
► Sebab Sebab-akibat
Kasus kerusuhan Batam lebih banyak dipicu
oleh perlakuan diskriminatif terhadap pekerja
Indonesia. Dikatakan diskriminatif karena upah
yang tidak sama antara pekerja Indonesia dan y g p j
tenaga asing dengan tugas yang sama. Selain itu, sering diperlambatnya pembayaran upah serta
berlarut berlarut-larut menyelesaikan persoalan berkaitan dengan buruh. Akibatnya, pekerja Indonesia menjadi mudah emosi dan puncaknya adalah terjadinya kerusuhan tersebut.

Metode Sebab Sebab-akibat/Akibat Akibat-sebab
►Akibat Akibat-sebab
Dia terpaksa tidak masuk sekolah hari ini. Sudah beberapa hari ibunya sakit. Ayahnya yang dinanti nantikan dinanti-kedatangannya dari Jakarta, belum tiba. Adik Adik-adiknya yang masih kecil tidak ada yang menjaga.

Metode Umum Umum-khusus
(1) Semua isi alam ini ciptaan Tuhan Tuhan. (2). Ciptaan Tuhan yang paling berkuasa di dunia ini adalah manusia. (3) Manusia diizinkan oleh Tuhan memanfaatkan isi alam ini sebaik sebaik-baiknya. (4) Akan tetapi, tidak diizinkan menyiksa, mengabaikan, dan menyia menyia-yiakannya.

Metode Khusus Khusus-umum
(1) Sudah beberapa kali Pancasila dirongrong bahkan hendak diubah dan dipreteli. (2) namun setiap usaha itu gagal . (3) Betapapun usaha itu dipersiapkan dengan cara yang teliti dan matang,
semuanya dapat dihancurleburkan. (4) Hal ini menjadi bukti yang meyakinkan kita bahwa Pancasila memang benar benar-benar sakti.

Metode Klasifikasi
Indonesia disebut sebagai negara dengan perekonomian paling korup di Asia, dengan skor 8,32. Indikasi tersebut berasal dari survei yang dilakukan oleh Lembaga Konsultasi Risiko Politik dan Ekonomi (PERC) Tempat kedua diduduki oleh PERC). Thailand skor 7,63. Kamboja menempati tempat ketiga dengan skor 7,25, diikuti India dengan skor 7,21 dan Vietnam, 7,11. Philipina yang disebut sebagai negara terkorup tahun 2008 berhasil menurunkan skornya menjadi 7 dan berada di tempat keenam.

Metode Perbandingan :
Pantun dan syair mempunyai beberapa persamaan dan perbedaan. Keduanya tergolong puisi lama yang terdiri atas 4 baris Pada syair keempat barisnya baris. syair, merupakan isi, sedangkan pada pantun isinya terletak pada barus ke ke-3 dan ke ke-4. Pantun berasal dari Indonesia, sedangkan syair berasal dari sastra Arab

Pertemuan 10
Tema, Topik, Judul Tulisan Dan Kerangka Karangan TIK
• Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan Tema dengan Topik
• Mahasiswa dapat membuat judul dengan benar
• Mahasiswa dapat membedakan Tema, topik, dan judul karangan
• Mahasiswa dapat menjelaskan kerangka

karangan
• Mahasiswa dapat membuat kerangka karangan

Tema
• Tema dapat berarti “sesuatu yang telah diuraikan”
• Berasal dari bahasa Yunani : Thitenai yang berarti “menempatkan” atau y g p “meletakkan”.
• Pengertian tema dapat dilihat dari dua sudut:
– Sudut karangan yang telah selesai
– Sudut proses penyusunan sebuah karangan

Tema
• Dari sudut karangan yang telah selesai :
– Tema adalah amanat utama yang diampaikan oleh penulis melalui karangannya
• Dari sudut proses penyusunan karangan :
– Apa pokok pembicaraannya
– Apa tujuan/tesis yang akan dicapai?
– Tema adalah suatu perumusan dari topic yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik.

Tema
• Tema merupakan amanat yang akan disampaikan oleh penulis.
• Bisa berupa tema pendek dan tema panjang
• Tema pendek : berbentuk kata/frasa
• Misalnya :
- Cinta
- Kesenjangan sosial
• Tema panjang : berbentuk kata/frasa
- Melalui Semangat Kepedulian Sosial Kita Gencarkan Program Qurban ke Daerah Pelosok
• Tema kegiatan??
yaitu rumusan pemikiran pelaksanaan satu kegiatan yang dijadikan pegangan pokok dalam menjabarkan suatu event.

Topik
• Topik: pokok pembicaraan/pokok permasalahan.
• Bersifat lebih khusus/konkret karena pada dasarnya merupakan penjabaran lebih y p p j lanjut dari tema.
• Ciri-ciri topik:
– Bersifat umum dan belum terurai
– Harus sesuatu yang nyata/tidak boleh abstrak

Contoh Topik
• Topik : Dampak Buruk Aborsi
• Tujuan : Membuktikan dampak buruk aborsi ditinjau dari sudut kesehatan dan moral moral.

Tema & Topik
• Contoh:
– Tema : Emansipasi Wanita
– Topik:
• Kedudukan dan kesempatan bagi wanita untuk mengembangkan eksistensi belum
sepenuhnya terbuka lebar
• Perlakuan yang tidak layak dari seorang suami kepada istrinya merupakan pelecehan
terhadap martabat wanita.
– Tema : Mahasiswa Indonesia Cerdas dan Berkarakter
– Topik :
• Pendidikan untuk Semua
• Kebudayaan dan Kreativitas Masyarakat

Judul
• Merupakan penjabaran/perincian dari topik
• Bersifat lebih spesifik dan telah
mengandung permasalahan yang lebih
jelas atau lebih terarah
• Topik dapat menjadi judul karangan
Judul
• Syarat-syarat judul yang baik:
– Harus relevan/bertalian dengan tema
– Harus “provokatif”/menarik
Harus singkat
– Kerangka Karangan
• Merupakan rencana teratur tentang
pembagian dan penyusunan gagasan
• Berfungsi untuk mengarahkan
Dib t k d k i t • Dibentuk dengan menggunakan system tanda atau kode tertentu
• Macam kerangka karangan:
– Kerangka topik
– Kerangka kalimat

Kerangka Topik
• Terdiri atas kata, frasa, dan klausa
• Tidak memerlukan tanda akhir titik karena
tidak memerlukan kalimat lengkap

Kerangka kalimat
• Unsur-unsurnya berupa kalimat lengkap
• Bersifat resmi
• Memerlukan tanda akhir titik
Pola Penyusunan Kerangka

Karangan
• Pola Alamiah􀃆 berdimensi ruang dan waktu
– Urutan ruang􀃆 pola penguraian yg menggambarkan keadaan suatu ruang
– Urutan waktu􀃆 berdasarkan urutan k j di /k l i kejadian/kronologis
• Pola Logis
– Klimaks – antiklimaks
– Sebab – akibat
– Pemecahan masalah
– Umum – khusus

Urutan Ruang
Luasan Lumpur Lapindo di Sidoarjo dan Dampaknya bagi Perekonomian Jawa Timur
I Lumpur Lapindo
I. A. Daerah Terdampak
1. daerah…
2. Daerah…

Urutan waktu
Topik: Riwayat hidup Robindranath Tagore
1. Jatidiri Rabindranath Tagore
2. Pendidikan Rabindranath Tagore
3. Karir Rabindranath Tagore
4. Akhir Hidup Rabindranath Tagore

Klimaks – antiklimaks
• Topik: Kejatuhan Soeharto
I. Praktik KKN Merajalela
II. Keresahan di Tengah Masyarakat
III. Kerusuhan Sosial di mana-mana
IV. Tuntutan Reformasi Menggema
V. Kejatuhan yang Tragis
Sebab – akibat
• Pemukiman Tanah Tinggi Terbakar
1. Kebakaran di Tanah Tinggi
2. Penyebab Kebakaran
3. Kerugian yang Diderita Masyarakat dan
Pemerintah
4. Rencana Rehabilitasi Fisik

Pemecahan Masalah
Topik: Bahaya Ekstasi dab Pemecahannya
1. Apakah Ekstasi
2. Bahaya Ekstasi
2 1 Pengaruh Ekstasi terhadap Syaraf Pemakainya
2.1 2.2 Pengaruh Ekstasi terhadap Masyarakat
2.2.1 Gangguan Kesehatan Masyarakat
2.2.2 Gangguan Kriminalitas
3. Upaya Mengatasi Bahaya Ekstasi
4. Simpulan dan Saran

Umum – khusus
Topik: Komunikasi Lisan
I. Komunikasi dan Bahasa
II. Komunikasi Lisan dan Perangkatnya
A. Kemampuan Kebahasaan
1. Olah Vokal
2. Volume dan Nada Suara

Sistem Penomoran
• Campuran Huruf dan Angka
I. Angka romawi besar untuk BAB
A. Huruf romawi besar untuk Sub Bab
1 Angka arab besar
1. a. Huruf romawi kecil
i. Angka romawi kecil
(a) huruf romawi kecil berkurung
(1) angka arab berkurung
Contoh
I. Pendahuluan
II. Tingkat Ekonomi di Indonesia
A. Sensus 2011
B S J Ti B. Sensus Jawa Timur
1. Pengukuran Fertilitas
2. Perbedaan Gender
a. Laki-laki
b. Perempuan
Sistem Angka Arab (digit)
1.
1.1
1.1.1
dst
Contoh:
1. Pendahuluan
2. Tingkat Ekonomi di Indonesia
2.1 Sensus 2011
2.2 Sensus Jawa Timur
2.2.1 Pengukuran Fertilitas

Pertemuan 11
Penulisan Karangan Ilmiah
Macam Karangan
► Karangan non ilmiah : karangan yang tidak terikat pada karangan baku Misal: anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan naskah drama
► Karangan semi ilmiah atau ilmiah populer: karakteristiknya berada di antara ilmiah dan non non-ilmiah Misal: artikel, editorial, opini, reportase
► Karangan ilmiah: memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa. Misal: makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi.

Karangan Ilmiah
►Karangan ilmiah adalah karya tulis yang didalamnya berisi gagasan ilmiah ilmiah, disusun
dengan menggunakan bahasa ilmiah ilmiah, berdasarkan hasil penyelidikan penyelidikan/fakta fakta-fakta ilmiah ilmiah, dapat dibuktikan secara empiris empiris, dan ditulis dengan teknik penulisan ilmiah ilmiah.
►Penyusunan dan penyajian karya didahului oleh studi pustaka dan studi lapangan

Manfaat Penyusunan Karangan Ilmiah
►Penulis akan terlatih mengembangkan ketrampilan membaca yang efektif.
►Penulis akan terlatih mengembangkan hasil bacaan dari berbagai sumber bacaan.
►Penulis akan dapat meningkatkan ketrampilan dalam mengorganisasikan fakta secara jelas
dan sistematis.
►Penulis akan memperoleh kepuasan intelektual
►Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.

Sikap Ilmiah
►Ingin tahu
►Kritis
►Terbuka
►Obyektif
►Menghargai orang lain
►Berani mempertahankan kebenaran
►Menjangkau ke depan

Ciri Ciri-ciri Karangan Ilmiah
►Menyajikan fakta obyektif
►Penulisan cermat
►Tidak mengejar keuntungan pribadi
►Sistematis
►Tidak emotif
►Selalu didukung oleh data
►Memuat kebenaran
►Tidak melebih melebih-lebihkan sesuatu

Bahasa Tulis Ilmiah
►Merupakan gabungan dari ragam bahasa tulis dan ragam bahasa ilmiah
►Ragam bahasa tulis : Kosa kata yang digunakan dipilih dengan cermat, Pembentukan kata dilakukan dengan sempurna, Dibentuk dengan struktur yang lengkap, Paragraf dikembangkan dengan satu dan padu Bahasa Tulis Ilmiah

►Ragam bahasa Ilmiah
_ Cendikia
_ Lugas
_ Jelas
_ Formal
_ Bertolak dari gagasan
_ Obyektif
_ Konsisten
Cendikia
►Mampu digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis.
►Ketepatan dan keseksamaan penggunaan kata

Proses Hasil
_ Pemaparan – paparan
_ Pembahasan Pembahasan- bahasan

Cendikia
►Kecermatan pemilihan kata/diksi
►Contoh:
_ Kemajuan informasi pada era globalisasi ini dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai
moral bangsa Indonesia terutama pengaruh budaya barat yang masuk ke negara Indonesia
yang dimungkinkan tidak sesuai dengan nilai nilai-nlai budaya dan moral bangsa Indonesia.
_ Pada era globalisasi informasi ini dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai nilai-nilai moral bangsa Indonesia terutama karena pengaruh budaya Barat yang masuk ke Indonesia.

Lugas
►Diungkapkan secara langsung
►Contoh Contoh:
Para pendidik yang kadang kala atau bahkan sering kena getahnya oleh ulah sebagian
anak anak-anak mempunyai tugas yang tidak bias dikatakan ringan ringan.
Jelas, Bertolak dari Gagasan, Formal ►Jelas: Tidak menggunakan kalimat yang bertele bertele-tele
►Bertolak dari Gagasan: tidak melenceng
►Formal: Adanya kelengkapan unsur wajib (subyek dan predikat), Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Obyektif, Konsisten
►Obyektif : Tidak emosional dan memihak
►Konsisten: penggunaan istilah dan
penyebutan

PENULISAN
KARYA ILMIAH

(Kutipan Kutipan, Catatan Kaki, Daftar Pustaka Pustaka)

TEKNIK PENULISAN KARYA
ILMIAH

A. Mengutip
B. Catatan Kaki
C. Membuat daftar rujukan
D. Membuat tabel tabel, grafik dan gambar
A. KUTIPAN
Pinjaman pendapat dari seseorang seseorang, baik yang berupa tulisan dalam buku buku, majalah majalah, surat khabar khabar, jurnal jurnal, bentuk tulisan lainnya lainnya, serta dalam bentuk lisan lisan, seperti hasil pidato dan sebagainya sebagainya.

A. KUTIPAN
_ Fungsi:
_ Landasan teori
_ Penguat pendapat penulis
_ Penjelasan suatu uraian
_ Bahan bukti untuk menunjang uraian

TEKNIK PENULISAN KARYA
ILMIAH

A. Mengutip
Ada 2 cara mengutip yaitu:
1. Kutipan langsung
2. Kutipan tidak langsung
1. Kutipan langsung
Mengutip pendapat/buah pikiran orang lain
seperti aslinya.
a. Kurang dari 40 kata
Merupakan bagian dari teks dan ditulis
diantara tanda kutip (“…..”) dengan diikuti nama
pengarang, tahun dan halaman
Mis:
1) “… naskah …” (Nasution, 2000:12). atau
2) Nasution (2000:12) menyimpulkan “ … naskah …”.

1. Kutipan langsung
b. Lebih dari 40 kata
Ditulis terpisah dari teks yg mendahului dan dimulai pd ketukan ke 6 dr tepi kiri dg spasi tunggal
Contoh Contoh:
Nasution (2000:12) menyimpulkan sebagai berikut berikut:
Masalah harus dirumuskan dengan jelas dan ini
dapat tercapai bila ………………………………..
……………………………………………………..
……………………………………………………….
1. Kutipan langsung
_ Contoh:
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap
dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai
dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983:3).

1. Kutipan langsung
Contoh:
Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi
adalah:
Suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara.

2. Kutipan tidak langsung
_ Mengutip pendapat/buah pikiran orang lain dengan bahasa penulis sendiri
_ Dalam kutipan ini telah terjadi perubahan bahasa dari aslinya dan diutarakan dengan gaya bahasa penulis.
_ Untuk menunjukkan bahwa naskah tersebut kutipan, diikuti dengan nama pengarang dan tahun

2. Kutipan tidak langsung
a. Nama pengarang disebut terpadu dalam teks
Contoh:
Nasution (2000:3), tidak menduga bahwa mahasiswa semester kelima lebih aktif dalam
berorganisasi daripada mahasiswa semester ketujuh.

2. Kutipan tidak langsung
b. Nama pengarang disebut dalam tanda kurung. Misalnya:
Mahasiswa semester kelima ternyata lebih aktif dalam berorganisasi dari mahasiswa semester ketujuh (Nasution, 2000:3).

B. CATATAN KAKI
1. Fungsi
Menunjukkan sumber informasi bagi pernyataan ilmiah yang terdapat dalam tulisan ilmiah ilmiah.
2. Pemakaian
_ Mendukung keabsahan penemuan atau pernyataan
_ Referensi silang silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana mana/halaman berapa berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan Catatan Kaki
3. Penomoran
- Menggunakan angka arab (1,2, dan seterusnya seterusnya) di bagian belakang yang diberi catatan kaki dan ditulis dengan teknik superscripts superscripts.
4. Penempatan
- Langsung di belakang bagian yang diberi catatan kaki.
- Yang umum adalah meletakkan di bagian bawah halaman atau pada akhir bab bab.

_ Ibid
_ Singkatan dari Ibidum = sama dengan diatas diatas.
_ Ibid dipakai apabila kutipan diambil dari sumber yang sama dengan yang langsung mendahului (tidak disela oleh sumber lain), meskipun antara kedua kutipan itu terdapat beberapa
halaman.
_ Ibid tanpa nomor halaman dipakai bila bahan yang dikutip diambil dari nomor halaman yang sama sama.
_ jika bahan yang diambil (dikutip dikutip) dari nomor halaman yang berbeda berbeda, maka digunakan ibid dengan nomor halamannya. Ibid tidak boleh dipergunakan bilamana diantara dua sumber terdapat sumber lain, dan dalam hal ini dipakai op.cit. atau loc.cit.
_
Contoh Ibid. Ibid.:
22. Kuntjoro Purbopranoto, 1978, Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan dan Peradilan
administrasi Negara Negara. Cet. II, Alumni, Bandung, . h.86.
23. Ibid Ibid. (berarti dikutip dari buku di atas dengan . halaman yang sama).
24. Ibid Ibid, h. 90. (berarti halamannya berbeda)

_ op.cit
_ Singkatan dari opere citati = karya yang telah dikutip dikutip.
_ Dipakai untuk menunjuk kepada sumber yang telah disebut sebelumnya dengan lengkap tetapi telah diselingi oleh sumber lain. Pemakaian op.cit harus diikuti nomor halaman yang berbeda berbeda.
_ Kalau dari seorang penulis telah disebut dua macam buku atau lebih lebih, maka untuk menghindarkan kekeliruan harus dijelaskan buku mana yang dimaksudkan dengan
_ mencantumkan nama penulis diikuti angka romawi
besar (I, II, III, IV, ………. dst dst) pada “footnote footnote” sesudah tahun penerbitan di antara dua tanda kurung kurung.

Contoh op. cit
18. Sudargo Gautama, 1973, Hukum Agraria Antar Golongan Alumni Bandung Bandung, ( , selanjutnya disingkat Sudargo Gautama I), h.131.
19. Sudargo Gautama, 1973, Masalah Agraria Agraria. Berikut Peraturan Peraturan-peraturan dan Contoh contoh contoh. Cet ke II Alumni Bandung, (selanjutnya disingkat Sudargo Gautama II), h. 98.
20. Sudigdo Harjo Sudarmo Sudarmo, 1970, , Masalah Tanah di Indonesia, Suatu Studi Di sekitar Pelaksanaan Land Reform, Di Jawa dan Madura Madura. Bhatara Bhatara, Jakarta, h. 54.
, 21. Sudargo Gautama I, op.cit cit, h. 139.

, – Op.cit _yang dikuti adalah dari karya Sudargo Gautama dalam “footnote footnote” nomor 18 ( bukan 19).
- Ketentuan ini juga berlaku dalam pemakaian loc.cit. Bilamana mengutip dari seorang pengarang yang menulis dua buku atau lebih lebih.

_ loc.cit
_ Singkatan dari loco citati = tempat yang telah dikutip dikutip.
_ dipergunakan kalau menunjuk kepada halaman yang sama dari suatu sumber yang telah disebut sebelumnya dengan lengkap lengkap, tetapi diselingi oleh sumber lain.
_ Nomor halaman tidak dicantumkan dalam penggunaan loc.cit cit, oleh karena nomor halaman itu dengan sendirinya sama dengan nomor halaman dalam karya yang disebut sebelumnya sebelumnya.

Contoh loc.cit :
26 26. E. Utrecht, 1960, . Pengantar Hukum Administrasi Negara Indonesia Indonesia. Cet. IV, Iktiar, Jakarta, h.176.
. 20. Sudigdo Harjo Sudarmo, 1970, Masalah Tanah di Indonesia, Suatu Studi Di sekitar Pelaksanaan Land Reform, Di Jawa dan Madura Madura. Bhatara, Jakarta, h. 54.
. 27 27. E. Utrecht, . loc.cit cit.

Contoh loc.cit :
18. Sudargo Gautama, 1973, Hukum Agraria Antar Golongan Alumni Bandung Bandung, ( , selanjutnya disingkat Sudargo Gautama I), h.131.
19. Sudargo Gautama, 1973, Masalah Agraria Agraria. Berikut Peraturan Peraturan-peraturan dan Contoh contoh contoh. Cet ke II Alumni Bandung, (selanjutnya disingkat Sudargo Gautama II), h. 98.
20. Sudigdo Harjo Sudarmo Sudarmo, 1970, , Masalah Tanah di Indonesia, Suatu Studi Di sekitar Pelaksanaan Land Reform, Di Jawa dan Madura Madura. Bhatara Bhatara, Jakarta, h. 54.
, 21. Sudargo Gautama I, op.cit cit.

C. DAFTAR RUJUKAN/
REFERENSI/ DAFTAR PUSTAKA
_Merupakan daftar acuan acuan/daftar rujukan yang dirujuk oleh penulis dalam karya tulis
ilmiahnya
_Merupakan bagian dari sikap ilmiah
_Memerlukan kecermatan & ketelitian

Format Vancouver
_ Menggunakan cara penomoran (pemberikan angka angka) yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka (sitasi sitasi). ).
_ Dalam daftar pustaka pustaka, pemunculan sumber rujukan dilakukan secara berurut menggunakan nomor sesuai kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah tulisan
_ Sistem ini beserta variasinya banyak digunakan dibidang kedokteran dan kesehatan kesehatan.

Format Vancouver
_ Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah tulisan :
“Uraian tentang dampak dari meluasnya flu burung telah disampaikan
oleh penulis dalam publikasi yang lain (1). Beberapa penulis lain juga telah
membahas secara luas terkait dengan masalah sosial yang berkaitan
dengan fenomena tersebut, terutama Lane (2,3) dan Lewis (4). Hasil
penelitian dari beberapa sumber menunjukkan bahwa penggunaan obat flu
konvensional dalam kasus flu burung dapat berakibat fatal (1,4,5) bahkan
dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian mendadak (3,6). Dua
sumber bacaan berikut dapat digunakan untuk membantu penguasaan
teknik
penulisan:
_ Sitasi:
1. Gunawan AW, Achmadi SS, Arianti L. 2004. Pedoman Penyajian Karya
Ilmiah.Bogor:IPBPr.
2. http://abacus.bates. edu/~ganderso/biology/resources/writing/
HTWgeneral. html
Format Vancouver
_ Contoh :
_ (1) Prabowo GJ, Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress
syndrome due to avian virus. N Ind J Med. 2005;337:435 435-9.
_ (2) Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the Forbidden Medicine. London:
Yale Univ Pr; 1993.
_ (3) Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural Neurology and
Neuropsychology. Ed ke2. New York: McGraw McGraw-Hill; 1997.
_ (4) Grimes EW. A use of freeze freeze-dried bone in Endodontics. J Endod 1994;
20: 355 355-6.
_ (5) Morse SS. Factors in the emergence of infectious disease. Emerg Infect
Dis [serial online] 1995 Jan Jan-Mar; 1(1):[24 screens]. Available from: URL:
http://www/cdc/gov/ncidoc/EID/eid.htm. Accessed December 25, 1999.
_ (6) Amerongen AVN, Michels LFE, Roukema PA, Veerman ECI. 1986.
Ludah dan kelenjar ludah arti bagi kesehatan gigi. Rafiah Arbyono dan Sutatmi Suryo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Pr; 1992. hlm 1 1-42.
_ (7) Salim S. Pengaruh humiditas dan waktu penyimpanan serta cara curing terhadap sifat fisik, kimia dan mekanik akrilik basis gigi tiruan.
Disertasi.Surabaya: Pascasarjana Universitas Airlangga; 1995. hlm 8 8-21.

Format Harvard
_ Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan
berdasarkan nama penulis secara alfabetis alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam
tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan tulisan). ). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf miring miring.

Membuat daftar rujukan
_ Urutan penulisan rujukan adalah adalah: nama pengarang pengarang, tahun tahun, judul judul, kota terbit terbit, penerbit penerbit.
_ Penulisan pengarang diawali nama keluarga
_ Urutan penulisan dipisahkan dengan separator dengan titik (.) atau koma (,).
_ Judul ditulis huruf miring (italic) atau garis bawah (underline)
_ Pada daftar rujukan rujukan, rujukan ditulis urut abjad nama pengarang
_ Jarak antar rujukan 2 spasi spasi, sedang antar baris dalam 1 rujukan 1 spasi

B. Membuat daftar rujukan
Contoh Contoh:
Alexander, Shirley. (1995 1995). Teaching and Learning on the World Wide Web (Online) Online). http://ausweb.scu.edu.au/aw95/education2/alexander (accessesd 26 February 2006).
Baron Baron, A E and Orwig Orwig,G W. (1995 1995). Multimedia Technologies for Training: An Introduction. Englewood: Cliffs,Libraries Unlimited Inc.
Surendro, Kridanto. (2005 2005). Pengembangan Learning Content . Management System yang Mendukung Peningkatan Efektifitas Proses Belajar Jarak Jauh. Jurnal Teknik Elektro Elektro, 5 (1):45 , 45-52.
Bila referensi berupa buku
_ Abruzzie Abruzzie, A. , (1956 1956). Work, Workers and Work Measurement. New York: Columbia University Press.
_ Adler, A. (1 1924 924). Individual Psychology. New York.: Harcourt Brace and World Inc.,
_ Barnes, R.M. and Andrews, R.B. (1955 1955). ). Performance Sampling Sampling, University of California, Los Angeles.
, _ Chapanis Chapanis, A., Garner, W.R. and Morgan, C.T. , (1914 1914). Applied Experimental Psychology : Human Factors in Engineering Design Design, John Wiley & Sons, New York.
Bila referensinya berupa Jurnal, Buletin, Majalah, Prosiding, dan Penerbitan Berkala
_ Dwirianti Dwirianti, D. (2005 2005). ). Penggunaan Biji Moringa Oleifera Lam dan Membran Mikro Filtrasi sebagai Alternatif Pengolahan Lindi, Jurnal Kimia Lingkungan 7 (1):7 ):7-12.
_ Dwirianti Dwirianti, D., , Salim Salim, M.R. and , Ujang Ujang, Z. (2001). , Sulphur Cycle on
Membrane Bioreactor, IWA Conference on Water and Wastewater Management for Developing Countries Proceeding Proceeding, Putra World Trade , Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, 29 29-31 October.
_ Hermana ermana, J., Dwirianti Dwirianti, D and Gestine Gestine, N. (2005 2005). ). The Application of Membrane Technology in Developing Country: the Suitablitily and its Necessity (Indonesian Case Study), International Training and Research Program for Groundwater Treatment Technologies and advanced Membrane Processes Processes, Taipei , Taiwan, 19 Agustus – 1 September
Bila referensinya berupa Surat Kabar (1)
Bila pada surat kabar tersebut tidak dicantumkan nama penulisnya penulisnya, dan artikelnya berupa berita umum pada surat kabar tersebut tersebut, dapat dituliskan nama surat kabar
dan tanggal penerbitannya penerbitannya.
_ Ampera (Jakarta), 21 April 1964.
_ Berita Yudha (Semarang), 30 Djuni 1966.
_ Jakarta Times, July 1967 1967-June, 1968.
_ Kedaulatan Rakjat (Jogjakarta), Januari 1960 –
Desember 1967.
_ Kompas (Jakarta), Juli 1968.
_ Mertju Suar (Yogyakarta), Januari 1966.
Bila referensinya berupa Surat Kabar (2)
_ Silas, J J. (1992) 1992). Hendak Kemana Ruman Susun Indonesia ? ?. Surabaya Post Post, 31 , Juli Juli, hal.6. , 6..
_ Sjahrir Sjahrir, A. (1993) , 1993). Prospek Ekonomi Indonesia Indonesia. Jawa Pos (Surabaya) Surabaya). 22 Maret Maret, hal 7 , 7. Berupa TA, Thesis atau Disertasi
_ Dwirianti,D D. (2002). . Membrane Bioreactor for High High-Sulphur Wastewater Treatment Treatment. Unpublished. Thesis. Postgraduate Programme Programme. Universiti Teknologi Malaysia.
_ Awasilah Awasilah, A.C. (1991). , Cultural Transfer in Communication: A Qualitative Study of Indonesian Students in U.S, Academic Setting. Unpublished Dissertation, Indiana University,
Bloomington USA.
Satu pengarang dengan 3 buku yang diterbitkan pada tahun yang sama
_ Badarusamsi, A. (1989 a a). ). Pengantar Mekanika Teknik Untuk Teknik Sipil Sipil. Surabaya:
Erlangga.
_ Badarusamsi, A. (1989 b b). ). Mekanika Teknik Lanjutan Untuk Teknik Sipil. Jakarta:
Balai Pustaka.
_ Badarusamsi, A A. (1989 c c). ). Mekanika Fluida Fluida, Edisi ke 2. Semarang: Abadi Surya.
Editor/penyunting sebagai “pengarang” dan Terjemahan
_ Von Hallberg, R R., editor , .(1984 1984). Conons . Conons, University of Chicago Press Press, Chicago Chicago.
_ Dick, H.W. (1990 1990). ). Industri pelayaran Indonesia : Kompetisi dan Regulasi Regulasi, Diterjemahkan oleh Burhanuddin A. Jakarta: LP3ES.

Peraturan dan Publikasi Departemen/Badan
_ . (1991 1991). Governement Wage and Employment Policy : A Parallel Market in Labor Labor. In M.. Rooemer and C. Jones (eds.) Markets in Developing Countries Countries, ICS Press Press, San Fransisco Fransisco, 75 75-87.
_ World Bank .(1991 1991). Egypt : Alleviating Poverty During . Structural Adjusment Adjusment. World Bank Country Study.. Washington D.C.

Internet
_ Perkin, A.H. (2002) Air Pollution, San Fransisco .www.airpollution.com com. (accessed 25 September2005 2005)

D. Membuat tabel tabel, grafik dan gambar
Tabel
_ Sederhana dan dipusatkan pada satu ide pokok
_ Jika lebih dari setengah halaman, ditempatkan pada halaman tersendiri
_ Diberi identitas (nomor dan nama) di atas tabel
_ Nomor tabel ditulis dengan angka arab
_ Jika tabel lebih dari satu halaman, kepala tabel harus diulang pada halaman selanjutnya.
Tabel 1. Tingkat Motivasi Berprestasi Mahasiswa STIKOM
Surabaya Tahun 2006

NO NAMA TK MOTIVASI KETERANGAN
Tabel
Grafik dan Gambar
_ Sederhana dan dipusatkan pada satu ide pokok pokok.
_ Jika lebih dari setengah halaman halaman, ditempatkan pada halaman tersendiri tersendiri.
_ Diberi identitas (nomor dan nama) di bawah grafik grafik/gambar gambar.
_ Nomor grafik grafik/gambar ditulis dengan angka arab arab.
_ Jika grafik grafik/gambar lebih dari satu halalaman halalaman, kepala grafik grafik/gambar harus diulang pada halaman selanjutnya selanjutnya.

Grafik dan gambar
Learning
Content
(history/obj.)
A s s e s s me nt
Delivery Evaluation
Coach Learning
Resources Query (new)

Multimedia Behavior
Learner
Records
Performance
(current)
Learner
Entity
Performance/
Preferences

Learning Preferences
L o
c a t o r
Catalog Info
Locator
Interaction Context
Gambar 1. Komponen Sistem LTSA

One comment on “Bahasa Indonesia – Resume Pert 9 – 14

Leave Comment Yach Friend's.. :D

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s